hujan-pun-reda

Hujan yang Reda

Hujan pun reda begitu saja. Beralih gerimis seketika. Ketika beberapa kenangan masih belum usai terbayang: langit perlahan sepi. Menjelma katak, berebut genangan air pada cekungan jalan. Tetapi gemuruh langit belum redam. Mengusik kenangan yang terlampau dalam. Menjelma detak yang sulit terungkap. Padahal langit, meski hanya gerimis, masih belum usai menayangkan perasaan. Aku pun diam, menengadahkan 

Baca lagi…

bila saatnya nanti

Selamat Ulang Tahun

Daun kemudian jatuh, langit turut bergemuruh, dan aku menaruh separuh nafas untuk menunggu sebuah waktu yang akan tiba. Dengan keadaan tak sabar, kian hari dada kian berdebar, beradu cepat dengan getar suara yang menyusup pada telingatelinga kesepian. Aku berharap esok adalah hari ini. Dan aku menanti sebuah hari, ketika hati kurasa akan mendapatkan kesempatan cinta. 

Baca lagi…

aku-yang-mencintaimu

Aku yang Mencintaimu

Ada daun yang jatuh dan melayang sebelum lumpuh di atas rumput: itu gugur. Ada hati yang jatuh dan melayang sebelum lumpuh di hadapanmu:itu aku. Di antara malam dan gelap, matahari memilih terlelap. Lalu di antara rindu dan malu, aku memilih mencintaimu. Ketika cinta, aku adalah retina yang tak habisnya mencari cahaya. Seperti koklea yg menampung suara. Suara dan cahaya adalah aku dihidupimu. Aku yang mencintaimu, biarlah seperti air. Mengalir ke hilir dan bertemu di hulu. Diawali getir sampai aku menemukan rindu: kepadamu. Tak perlu takut kepada aku yang mengejarmu. Sebab aku, hanyalah debar yang perlu bersabar. Biarkan saja aku tetiba ada di sekitarmu, meski tanpa suara. Sebab yang terjadi, detak sedang mencari jejak. Merenungkan aku yang merindukanmu.

langit-mendung

Langit yang Mendung

Aku pandangi horizon yang luas lapang, sudutnya tak terjangkau membentang. Angin sudah tidak lagi datang pada selasar ingatanku. Gemuruh yang riuh dari beragam serangga tidak lagi menghiasi halaman telingaku. Mungkin hari ini ada yang ingin datang menjadi kenangan. Sebuah nama, sebuah cerita, dan beberapa situasi yang membawa daun terpaksa jatuh sebelum angin bertiup. Wajahmu pun 

Baca lagi…

pexels-photo-66758

Risau

Kerisauan di seberang sungai, perlahan hanyut terendam airnya yang enggan surut, berlabuh ke sudut laut. Dan sebilah hati yang sepi berdiri dibatas pantai, melihatlihat ombak yang pergi dan kembali begitu cepatnya.  “Ada ruang yang perlu kita sediakan untuk sebuah kejutan, seperti ombak yang pergi dan kembali tanpa kita sadari, lalu dengan bijaknya kita hanya bisa 

Baca lagi…

pexels-photo-70737

Sepasang Pengantin

Sebuah hari, yang legi, dan beberapa bunga melepas pergi kelopak sepi. Dua anak manusia purapura menunggu rindu, coba meniupniup dadanya yang menyalanyala gugup, siap tersulut api suci. Dengan sesekali menggigiti bibirnya yang kemarau, lalu sedikit cemas,  rintik air hujan perlahan jatuh dari pelupuk mata. Keduanya bercanda dengan resah, yang sesaat lagi mereka sah dalam satu sampan 

Baca lagi…

perjalanan ini

Perjalanan Ini

Tibatiba saja aku mengingat perihal kita yang silam. Saat beberapa waktu terpaksa berlalu. Tanpa ada rindu yang dilahirkan. Aku yang malu dan gagu dihadapanmu, terpaksa tersipusipu ditemani dinding kamar. Entah kapan waktu aku bisa berkata. Menerjemahkan perasaan di hadapanmu, adalah membaca kertas kosong. Tak ada yang bisa diutarakan kecuali tatapan yang tak mengenal pejaman. Seringkali 

Baca lagi…

bila saatnya nanti

Bila Saatnya Nanti

Bila saatnya nanti, kau dan aku akan kehilangan pengertian. Aku akan menangis tanpa air mata, sebab basahnya merembas ke dalam sukma. Mengairi seluruh telaga darah yang selama ini, merahnya indah dinyanyikan tembang pujian. Tak ada kabut dalam jiwa, kau pun mudah mengerti segala apa yang kumaksud. Meski akhirnya, segala yang kusebut tidaklah menjadi yang dimaksud. 

Baca lagi…

ijonk 4 mini

Yang bertahan

Siapa yang harus pergi ketika memang itu perlu Siapa yang perlu kembali saat memang itu harus Cukup cinta menjaga langkah Sebab pergi adalah rindu yang perlu dirawat Sebab kembali adalah cinta yang harus dijaga Aku menoleh hanya sesaat, dan wajahmu tak lagi kuperoleh Aku hanya menangis sejenak, dan suaramu menyapu sekejap Aku bertanyatanya pada bumi 

Baca lagi…

ijonkmuhammad

Semenjak Aku Beranjak

Semenjak aku beranjak dari jarak. Aku perlahan mengenal detak. Bunyinya yang sepi takut untuk terungkap. Dan malu menyebutnya sebagai sesak. Bila bukan sengal nafas semakin menderu, entah selama apa aku menahan kalbu. Padahal air mata, bergelantung tak sabar terjun pada kedalaman tebing pipiku. Meluncur bebas sampai ke pinggiran bibir. Dengan basah dan terbata. Aku menyebut 

Baca lagi…