ijonk 14 mini

Belum Waktu

Mungkin sebab itu, kau memilih pergi. Menepi pada ujung paling sepi sebuah negeri. Tak ada hujan, tak ada harapan, apalagi kerinduan. Lantaran hidup ini hutan belantara yang rimbarimbun. Kaulepaskan talitali yang lama terhubung pada banyak perasaan. Hanya karena seringkali kau takut kembali, dan harihari seperti huruhara bising kota. Andaikata langit tak bertuhan, mungkin sudah kau 

Baca lagi…

ijonk 13 mini

Selepas Kau Pergi

Sekarang mungkin kita bisa tenang, atau mungkin purapura tenang. Ketika tak ada lagi langit malam yang harus kita tunggui sampai pagi memperlihatkan lidahnya yang bergigi. Sebab menjadi percuma kerinduan dinyalakan, malam terlalu sepi, dan sepi semakin menyelimuti kita yang memilih sendiri. Dan ketenangan sebab sepi mau tidak mau berujung pada mengenang. Semacam sungai yang tenang 

Baca lagi…

ijonk 12 mini

Tertegun Saja

Kau dan aku, tertegun saja, menerjemahkan rumput yang termanggut dicium angin bersiut. Ini desir pertama yang mampir di halaman takdir kita, getirnya mengusir debu belukar yang merambati lamunan. Andai saja tepian jalan tak pernah gersang, aku ingin diam saja, tertegun saja, menunggumu melarikan mata yang terkaget beradu tatap denganku. Trotoar dan derap kendaraan bermotor,  meluapnya 

Baca lagi…

ijonk 11 mini

Jarak

Kau dan aku, hanyalah sisasisa perasaan. Dari percakapan bermula hingga akal lupa dimana kita berada. Setelah sekian lama mengalami ilusi, kita mencoba mengerti: memeluk hati cukuplah seperlunya. Masih ada harihari kita bisa dengarkan desah daun basah. Helaihelai rumput tersipu, hujan bernyanyi sepi, mungkinkah terlalu yakin pada sendiri. Aku ragu, bisakah sejenak saja kita berbeda sapa. 

Baca lagi…

ijonk 9 mini

Suatu Senja di Bulan November

Suatu senja di bulan November, di bawah pohon besar, yang akarnya menjuntai tak sampai membelah tanah. Aku menunggu dengan sangat, seorang wanita yang kemarin melewati banyak hari di jalan ini. Lewat daun jatuh yang rapuh tersentuh, aku mengerti dia seringkali memungut daundaun itu dan meletakkannya kembali. Aku hanya sekali melihatnya, ketika mata kosongnya memandang pada 

Baca lagi…

ijonk 10 mini

Takut

Aku takut, bila denyut tak berjalan sampai larut dan keadaan belum sabar menjagaku dari kubur Aku takut, bila sujud tak menjelma syahdu lalu Ramadan tinggalkan badannya lebih dulu aku hanyalah manusia ciptaanMu yang sukur dan sabar pada

resah

Ada yang resah

Semoga kau tak lupa kirim pesan ketika tanggalanmu berucap selamat tinggal. sebab ada resahresah yang harus siap melepaskan sepi diantara senja dan malam. seperti anak ayam pulang ke kandang dengan segera teriring debar, menanyakan kabar yang tercinta. Sudahkan dimana? Ada yang rindu satu meja menuju berbuka, dengan kurma dan es kelapa menjadi senyum kita. Dengan 

Baca lagi…

ijonk 7 mini

Risau

Kerisauan di seberang sungai, perlahan hanyut terendam airnya yang enggan surut, berlabuh ke sudut laut. Dan sebilah hati yang sepi berdiri dibatas pantai, melihatlihat ombak yang pergi dan kembali begitu cepatnya.  “Ada ruang yang perlu kita sediakan untuk sebuah kejutan, seperti ombak yang pergi dan kembali tanpa kita sadari, lalu dengan bijaknya kita hanya bisa 

Baca lagi…

ijonk 6 mini

Aku Harus memilih Apa

Aku harus memilih apa? Apabila perjalanan yang kita tuju telah terhapus dan berubah menjadi tanah tandus. Rumputrumput yang dulu kita jemput, sekarang luput dan perlahan merenggut perasaan. Seakan percuma, ketika dulu suatu hari merajah janji, bilanya waktu tak biarkan kita merapatkan hati. Setidaknya aku masih ingat, ketika kita dulu pernah saling menghangat. Lalu, aku ingin 

Baca lagi…

ijonk 5 mini

Bagaimana baiknya?

Baiknya kita bagaimana? ketika kata sudah lelah dan rindu kehilangan tujuan yang tersisa dari kita hanyalah pledoi penuh bunyi   bukankah kita sudah bersepakat aku akan terus mencintaimu, tanpa ragu dan kamu, akan terus belajar mencintaiku cobalah tenang sejenak, kita diam berdua kau rasakan getar bingar lumut di